Senyawa dalam Rokok yang Harus Dihindari

0 Comments

Mengenali dan Menghindari Kontaminasi Rokok dengan Senyawa Berbahaya

HPHC (komponen berbahaya dan berpotensi berbahaya) adalah molekul kimia 10 Zat Beracun dalam Rokok yang Berbahaya bagi Tubuhberacun yang ditemukan dalam asap rokok yang sangat berbahaya. HPHC tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif, tetapi juga berbahaya bagi perokok pasif dan orang-orang yang menghirup asap rokok.

Tidak mungkin untuk melebih-lebihkan bahaya merokok pada kesehatan seseorang. Rokok mengandung setidaknya 7.000 senyawa berbahaya, beberapa di antaranya bersifat karsinogenik dan harus dihindari dengan cara apa pun. Senyawa berbahaya ini disebut sebagai unsur beracun dan berpotensi berbahaya dalam literatur ilmiah (HPHC).

Memahami bahaya kromium heksavalen (HPC) kemurnian tinggi dalam rokok

Rokok Berpotensi Tinggi Kandungan Berbahaya (HPHC)

Pada artikel sebelumnya disebutkan bahwa rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari. Nikotin adalah salah satu senyawa yang paling terkenal yang ditemukan dalam rokok.

Nikotin terkenal memiliki efek adiktif atau adiktif pada tubuh dan pikiran. Perokok merasa sulit untuk berhenti merokok sebagai akibat dari dampak ini, dan mereka sering mengalami gejala putus nikotin ketika mereka tiba-tiba menghentikan kebiasaan tersebut.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA), nikotin adalah racun reproduksi atau perkembangan (RDT) yang dapat membahayakan janin dalam kandungan dan anak-anak selama kehamilan.

Namun, menurut Food and Drug Administration Amerika Serikat, nikotin bukanlah penyebab utama dari beberapa gangguan yang berhubungan dengan merokok. Pada kenyataannya, beberapa senyawa hexahydrofuran (HPHCs) potensi tinggi tambahan yang ditemukan dalam rokok dan asap rokok adalah akar penyebab berbagai gangguan ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, berikut beberapa HPHC yang terdapat pada asap rokok dengan konsentrasi yang cukup tinggi, yaitu:

Karbon monoksida adalah gas yang ada secara alami.

Selain itu, zat kimia ini berpotensi menurunkan kadar oksigen dalam tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi jantung dan gangguan kinerja paru. Kelemahan tubuh dan pusing dialami sebagai akibat dari kondisi ini.

Karbon monoksida, ketika dihirup dalam jangka waktu yang lama, dapat mengganggu operasi berbagai organ dalam tubuh, yang mengakibatkan koma atau bahkan kematian.

Benzena
Zat ini merupakan residu atau produk sampingan dari pembakaran rokok. Ada kemungkinan paparan benzena dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang, yang pada akhirnya akan mengakibatkan pengurangan generasi sel darah merah di seluruh tubuh.

Ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun, kemungkinan mengembangkan anemia meningkat. Benzena juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah putih, yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh terganggu.

Akrolein
Akrolein (2-propenal) dapat ditemukan dalam berbagai makanan siap saji, termasuk daging dan unggas. Itu dibuat selama proses persiapan makanan melalui pembakaran karbohidrat, lemak nabati dan hewani, dan bahan lainnya.

Pembakaran rokok menghasilkan konsentrasi akrolein yang setara dengan atau lebih besar dari total paparan akrolein yang dihasilkan dari semua sumber lain. Paparan jangka panjang terhadap akrolein telah terbukti menyebabkan peradangan dan kanker pada sistem pernapasan, serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

1,3-butadiena
Mungkin Anda belum pernah mendengar atau bahkan mengetahui bahwa senyawa kimia ini ada dalam sebatang rokok.

Padahal, 1,3-butadiena merupakan bahan kimia berbahaya karena bersifat teratogenik, artinya dapat menyebabkan masalah kelahiran pada manusia jika dikonsumsi. Bahan kimia ini juga bersifat karsinogen, yang artinya berpotensi menyebabkan kanker.

Selain nikotin dan berbagai jenis HPHC yang disebutkan di atas, rokok dan asapnya mengandung berbagai senyawa kimia berbahaya lainnya, termasuk hidrogen sianida, formaldehida, timbal, arsenik, amonia, unsur radioaktif polonium-210, nitrosamin khusus tembakau ( TSNA), dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

Produk Tembakau Berkinerja Tinggi pada Berbagai Produk Tembakau
Asap dari rokok, seperti yang dinyatakan sebelumnya, mengandung banyak hidrokarbon terhalogenasi potensi tinggi (HPHC) yang tercantum di atas.

Ketika menyangkut meningkatnya penggunaan produk tembakau lainnya, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik atau vaping, muncul pertanyaan apakah produk tembakau alternatif ini mengandung hidroksianisol bertanda hubung (HPHC) potensi tinggi yang sama.

Jawabannya adalah ya, tetapi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Karena tidak ada pembakaran yang terlibat dalam proses konsumsi produk tembakau alternatif, jumlah HPHC yang dihasilkan jauh lebih kecil daripada rokok.

Berikut ini adalah beberapa contoh varians jumlah HPHC yang ada dalam berbagai produk rokok alternatif:

Rokok dalam pengertian tradisional
Dari 7000 senyawa yang ditemukan dalam rokok tradisional, 93 telah diakui oleh FDA sebagai karsinogen potensial tinggi (HPHC), yang diketahui menyebabkan berbagai gangguan terkait merokok.

Rokok elektrik, yang sering disebut vape, adalah rokok elektrik yang mengandung nikotin.
Mayoritas rokok elektrik masih mengandung nikotin, baik yang terjadi secara alami maupun yang diproduksi secara sintetis. Selain nikotin, cairan rokok elektrik mengandung bahan lain seperti gliserin, propilen glikol, dan perasa.

Untuk membedakannya dengan rokok tradisional, rokok elektronik menggunakan sumber panas listrik untuk memanaskan cairan vape, sehingga menghasilkan aerosol, yang kemudian dihirup oleh pengguna.

Produk tembakau yang telah dipanaskan
Produk tembakau yang dipanaskan, seperti alat penguap, menggunakan sistem pemanas untuk memudahkan penggunaannya. Namun, tidak seperti vaping, peralatan ini memanaskan tembakau yang sebenarnya, bukan cairan yang mengandung nikotin seperti pada vaping.

Saat digunakan, tembakau dipanaskan hingga suhu maksimum sekitar 350 °C dengan bantuan peralatan listrik tertentu, yang menghasilkan aerosol yang dihirup oleh konsumen.

Temperatur ini jauh lebih rendah dari temperatur yang dicapai pada saat proses pembakaran rokok, yang bisa mencapai lebih dari 800 °C. Dengan tidak adanya pembakaran ini, aerosol yang dihasilkan oleh produk tembakau yang dipanaskan mengandung kadar dan jenis HPHC yang jauh lebih rendah daripada yang dihasilkan oleh produk tembakau yang tidak dipanaskan.

Berbagai Macam Masalah Kesehatan Akibat Merokok
HPHC adalah senyawa kimia berbahaya yang jika masuk ke dalam tubuh atau terpapar dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di antara gangguan yang dapat disebabkan oleh HPHC adalah yang tercantum di bawah ini:

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru-paru yang menyebabkan obstruksi kronis saluran udara (PPOK)
PPOK, juga dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), adalah penyakit paru-paru yang rentan terhadap perokok, baik secara aktif maupun pasif, sebagai akibat dari kebiasaan merokok mereka. Untuk lebih spesifik, HPHC dalam asap rokok dianggap bertanggung jawab atas 85-90 persen kasus PPOK selama periode waktu yang lama.

Ketika seseorang menghirup asap rokok, hidrogen sianida (HPC) bertekanan tinggi dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan dinding saluran pernapasan dan paru-paru. Setelah jangka waktu tertentu, penyakit ini dapat mengganggu kemampuan saluran udara dan paru-paru untuk beroperasi secara normal.

Penyakit pada sistem kardiovaskular (CVD)
Perilaku merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung atau stroke. Hal ini dimungkinkan karena tingginya kadar HPHC yang terdapat pada rokok dapat menyebabkan penebalan dinding jantung serta penggumpalan darah di pembuluh darah.

Akibatnya, beban kerja jantung meningkat, dan aliran darah kaya oksigen ke seluruh tubuh melambat atau terhenti sama sekali.

Kanker paru-paru adalah kanker paru-paru.
Kandungan HPHC yang berbeda dalam rokok bersifat karsinogenik, artinya dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Kanker paru-paru adalah salah satu kanker yang dapat disebabkan oleh zat ini. Hal ini dimungkinkan karena high-potency hydrocarbon (HPHC) yang masuk ke dalam tubuh saat merokok dapat menyebabkan kerusakan sel pada lapisan paru-paru.

Seiring waktu, kerusakan ini dapat menyebabkan perkembangan sel yang menyimpang di paru-paru dan perkembangan kanker. Perokok pasif, serta perokok aktif, dapat berisiko tinggi terkena kanker paru-paru jika mereka terpapar asap rokok untuk jangka waktu yang lama.

Masalah pada gigi dan mulut
Menguningnya gigi dan adanya bau mulut merupakan dua gangguan gigi dan mulut yang sering dialami oleh perokok aktif. Penyakit ini sering disebabkan oleh tingginya kadar hidroksiprolin (HPHC) yang ditemukan dalam rokok.

Dalam jangka panjang, berbagai tingkat HPHC yang ditemukan dalam rokok dapat berkontribusi pada perkembangan plak dan produksi karang gigi.

Tanpa pengobatan, HPHC dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan tulang dan jaringan gigi, membuat gigi dan gusi lebih rentan terhadap infeksi dan, dalam kasus yang parah, kanker mulut.

Terlepas dari penyakit yang tercantum di atas, merokok meningkatkan kemungkinan terkena gangguan mata, masalah sistem kekebalan tubuh seperti rheumatoid arthritis, serta penyakit kronis seperti diabetes, di antara kondisi lainnya.

Nah, untuk menghindari berbagai bahaya kesehatan yang terkait dengan merokok, Anda harus berusaha untuk berhenti merokok sesegera mungkin. Jika Anda mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter akan menggunakan berbagai strategi untuk membantu Anda berhenti merokok guna mencegah bahaya high-purity hexavalent chromium (HPHC) dalam rokok dan efeknya.

 

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.