Mengobati biang keringat pada bayi

0 Comments

Perawatan untuk bayi yang menderita biang keringat

Ruam yang muncul pada kulit, dengan bintik-bintik kecil pada kulit, merupakan Cara Mencegah dan Mengatasi Biang Keringat pada Bayi, Kenali Penyebabnya -  Hot Liputan6.comtanda biang keringat merupakan hal yang umum terjadi. Terlepas dari kenyataan bahwa itu biasanya tidak berbahaya, biang keringat bisa membuat bayi tidak nyaman. Ajukan langkah terbaik Bunda, dan terapkan strategi berikut untuk mengatasi biang keringat pada bayi.

 

Munculnya biang keringat mungkin disebabkan oleh cuaca yang lembap dan panas, atau bisa juga terjadi jika anak Anda demam dan mengeluarkan banyak keringat. Pori-pori kulit bayi akan tersumbat akibat penyakit ini, dan keringat tidak bisa keluar.

Berikut informasi untuk ibu mengatasi biang keringat pada bayi.

Biang keringat biasanya muncul di area kulit bayi yang dekat dengan leher, dada, dahi, ketiak, selangkangan atau selangkangan, serta lipatan lainnya.

Karena pori-pori kulit mereka lebih kecil dari pori-pori orang dewasa, bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap kondisi biang keringat. Selain itu, kelenjar dan saluran keringat pada bayi baru lahir dan anak-anak masih dalam proses pematangan.

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi dengan 5 Langkah Mudah
Beberapa hari setelah muncul, biang keringat biasanya sembuh dan hilang dengan sendirinya kecuali menjadi infeksi. Bunda bisa membantu meringankan rasa gatal dan tidak nyaman yang dialami Si Kecil akibat biang keringat.

Berikut adalah beberapa pengobatan rumahan untuk mengatasi biang keringat pada bayi yang dapat Anda gunakan segera:

1. Jauhi udara panas dan lembab.

Saat menangani biang keringat pada bayi, garis pertahanan pertama adalah memindahkan anak Anda ke lokasi yang sejuk dan teduh. Jika Anda memilih untuk menggunakan AC atau kipas angin, yang terbaik adalah tidak mengarahkan angin langsung ke kepala atau bahu bayi Anda.

Selain itu, jika Anda berencana untuk meninggalkan rumah, jangan lupa untuk membawa kipas angin dan topi untuknya agar dia tetap sejuk. Pastikan anak Anda mendapat cukup air juga ya Bunda. Untuk menghindari dehidrasi pada bayi baru lahir, penting untuk mengisi kembali semua cairan yang hilang melalui keringat.

2. Kenakan pakaian yang terbuat dari serat alami untuk menghemat energi.

Penggunaan serat alami pada pakaian anak Anda, seperti katun, sangat disarankan. Mengenakan pakaian yang terbuat dari tekstil sintetis, seperti poliester dan nilon, harus dihindari karena jenis kain ini cenderung memerangkap panas.

Berikan anak Anda pakaian longgar serta kesempatan untuk sesekali meninggalkannya tanpa pakaian dan popok untuk jangka waktu tertentu. Namun, pastikan dia tidak kedinginan.

3. Jangan membawa bayi secara teratur.

Membawa bayi dalam cuaca panas tidak disarankan jika Anda tidak ingin menghadapi biang keringat pada bayi, yang mungkin sangat tidak nyaman. Panas dari dua sumber, cuaca dan kehangatan tubuh ibu, harus dihadapi si kecil sambil digendong.

Anda harus mengenakan pakaian yang ringan, nyaman, dan menyerap keringat jika Anda akan menggendong bayi di cuaca panas.

4. Jaga agar kulit bayi sedingin mungkin.

Biang keringat pada bayi dapat diredakan dengan mendinginkan kulit bayi dengan handuk basah yang sejuk saat bayi mengalami biang keringat. Alternatifnya, bisa dilakukan dengan memandikannya.

5. Oleskan losion dan krim hanya jika benar-benar diperlukan.

Jika anak Anda menangis saat Anda menyentuh kulitnya, oleskan losion kalamin ke area di mana tangisan terjadi. Namun, jangan mengoleskan losion pada kulit di sekitar mata atau hidung bayi.

Jika biang keringat anak Anda sangat parah, Anda harus mengoleskan krim hidrokortison sesuai dengan petunjuk dokter. Tidak dianjurkan untuk menggunakan bentuk salep atau losion lain karena dapat memperburuk iritasi.

Biang keringat biasanya akan mereda dengan sendirinya. Namun, Anda juga bisa bereksperimen dengan cara-cara yang dijelaskan di atas untuk mengatasi biang keringat pada bayi di rumah.

Jika biang keringat pada bayi baru lahir disertai dengan demam lebih dari 38°C, sesak napas, ruam yang tidak hilang setelah lebih dari seminggu, terlihat semakin memburuk, atau menular, segera dapatkan bantuan medis.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.