Mengajari Anak untuk Memecahkan Masalah

0 Comments

Cara Terbaik Mengajari Anak Memecahkan Masalah Sendiri

Meski masih kecil, anak-anak pernah mengalami berbagai kesulitan lho Bun, 7 Permainan Ini Latih Anak Belajar Atasi Masalah | kumparan.comseperti dihukum oleh gurunya karena lupa membawa tugas sekolah atau berdebat dengan teman-temannya di sekolah. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang itu di sini. Agar anak-anak terbiasa menyelesaikan kesulitan mereka sendiri, ini perlu dilakukan sedini mungkin, seperti yang dikatakan sebelumnya.

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa anak-anak diharapkan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat sejak usia dini? Hal ini disebabkan karena kemampuan tersebut akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak serta keterampilan sosial dan keterampilan hidup mereka di masa depan.

Beginilah cara mengajar anak-anak untuk mengatasi kesulitan mereka sendiri, menurut ibu mereka.

Menurut penelitian, seorang anak muda yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat lebih mungkin tumbuh menjadi individu yang mandiri, pintar, kreatif, berempati, dan sehat secara mental. Akibatnya, ketika mereka dewasa, mereka akan lebih siap menghadapi kerasnya hidup.

Sebaliknya, anak-anak yang memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lemah lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku buruk di kemudian hari, menurut penelitian. Anak-anak yang tidak terbiasa mandiri atau tidak mahir menyelesaikan masalahnya sendiri juga dilaporkan berisiko lebih besar mengalami depresi saat dewasa.

Dengan menggunakan 5 strategi ini, Anda dapat mengajar anak-anak untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
Berikut adalah lima teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengajari anak Anda memecahkan masalahnya sendiri:

1. Tanyakan tentang emosi anak.
Ketika dihadapkan dengan suatu masalah, seorang anak mungkin mengalami berbagai emosi yang tidak menyenangkan, termasuk keputusasaan, kemarahan, kekecewaan, dan kemarahan. Jadi, ketika anak Anda mengalami ini, Anda dapat menanyakan bagaimana perasaannya saat itu dan mencoba menjadi pendengar yang baik untuk tanggapannya.

Setelah itu, bantu anak mengganti emosi buruk yang dialaminya dengan pengalaman yang menyenangkan. Misalnya, jika anak Anda gelisah, Anda dapat menginstruksikannya untuk menarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan dirinya.

2. Ajari anak bagaimana mengenali dan memecahkan masalah.
Untuk mengajar anak-anak memecahkan masalah mereka sendiri, Anda harus terlebih dahulu mengajari mereka untuk mengenali masalahnya. Coba tanyakan kepada anak Anda mengapa dia dimarahi oleh gurunya jika dia kesal tentang sesuatu di sekolah, misalnya.

Namun, perlu diingat ya, Bun. Saat mengajukan pertanyaan kepada anak Anda, hindari menggunakan pernyataan yang dapat membahayakan mereka. Misalnya, alih-alih menyatakan “apa yang Anda lakukan salah yang membuat guru Anda marah?” coba “apa kesalahanmu yang membuat gurumu marah?” “Ayo, ceritakan pada Ibu apa yang terjadi di sekolah hari ini,” adalah respon yang lebih baik dari sang ibu.

Akan lebih mudah bagi Bunda dan Si Kecil untuk mengidentifikasi jawaban yang paling tepat atas tantangan yang mereka alami akibat hal tersebut.

3. Bantu anak dalam mengidentifikasi masalah.
Jika masalah telah ditemukan, tahan godaan untuk langsung mengambil kesimpulan tentang cara mengatasi masalah. Alih-alih, bantu anak Anda dalam mengidentifikasi solusi, misalnya, dengan mendorongnya untuk berpartisipasi dalam sesi diskusi atau brainstorming dengan Anda.

Pertimbangkan skenario berikut: Seorang anak dihukum oleh gurunya karena dia lupa membawa pekerjaan rumahnya. Anda dapat bertanya kepada anak apa yang dapat dia lakukan untuk memastikan bahwa masalahnya tidak terulang di masa depan.

Berikan inspirasi kepada anak-anak untuk bertukar pikiran dan mengumpulkan sebanyak mungkin solusi yang dapat mereka temukan. Anak-anak akan terbiasa melihat masalah dan solusi dari berbagai perspektif dengan cara ini.

4. Diskusikan alternatif lain yang dapat dipertimbangkan sebagai solusi.
Daftar solusi yang mungkin dapat disusun, setelah itu ibu dapat mengajak anak untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan. Ini mencoba mengajari anak-anak bagaimana mengidentifikasi jawaban yang paling tepat dan efektif untuk tantangan yang mereka hadapi.

5. Menerapkan solusi yang disukai ke dalam tindakan.
Ya, Bun, jika si kecil sudah memilih jawaban yang diyakini paling berhasil dalam memecahkan masalah, bantu dia dalam mewujudkan solusi tersebut. Misalnya, untuk memastikan anak Anda tidak lupa membawa pekerjaan rumah ke sekolah, ia dapat menempelkan pengingat di pintu kamar tidurnya.

Setelah itu, Anda harus mencoba menentukan apakah solusi tersebut bermanfaat atau tidak. Jika ini masalahnya, Anda dapat mendorong anak Anda untuk bereksperimen dengan pilihan alternatif yang mungkin lebih sesuai untuk situasi tersebut.

Mengembangkan kemampuan anak muda untuk memecahkan kesulitan mereka sendiri adalah tugas yang sulit, Bun. Namun, Anda harus bertahan dan bersabar selama proses tersebut.

Anda harus mengunjungi psikolog jika Anda mengalami kesulitan mengajar anak Anda untuk memecahkan kesulitannya sendiri, atau jika masalah anak Anda mulai mengganggu suasana hati dan perilakunya sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.