Hipertensi Pascapersalinan: Gejala dan Penyebabnya

0 Comments

Pelajari tentang tanda dan gejala hipertensi postpartum, serta penyebab kondisi tersebut.

Kondisi yang dikenal sebagai hipertensi pascapersalinan mempengaruhi sekitar 2 Ini Dia Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan Hipertensi yang Perlu Anda  Ketahui! | Rumah Sakit EMCpersen wanita hamil. Ada kemungkinan penyakit ini akan berkembang menjadi konsekuensi seperti kehilangan penglihatan dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan benar.

Hipertensi postpartum adalah gangguan medis yang terjadi setelah seorang wanita melahirkan dan menyebabkan tekanan darahnya meningkat. Peningkatan tekanan darah biasanya terjadi 3-6 hari setelah melahirkan. Tekanan darah tinggi, di sisi lain, dapat bertahan hingga enam bulan setelah melahirkan.

Pelajari tentang tanda dan gejala hipertensi postpartum, serta penyebab kondisi tersebut.

Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut, risiko Anda terkena hipertensi pascamelahirkan dapat meningkat:

Menjadi ibu dari anak kembar atau kelipatan
Apakah Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan?
Melahirkan anak pertama kali pada usia 40 tahun merupakan tonggak sejarah yang signifikan.
Menderita kondisi tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi kronis sebelum pembuahan
Tanda dan Gejala Hipertensi Pascapersalinan
Hipertensi postpartum dapat diidentifikasi dengan sejumlah gejala, yang paling menonjol adalah:

Pusing
Saya mengalami sakit kepala yang hebat.
Kaki atau pergelangan kaki yang bengkak
Kelelahan yang berlebihan
Nyeri di lengan, punggung, leher, atau rahang
Berkeringat atau mual adalah gejala umum menopause.
Detak jantung
Kenaikan berat badan yang sangat cepat
Jika Anda mengalami salah satu gejala yang tercantum di atas setelah melahirkan, Anda harus segera mencari bantuan medis untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Hipertensi postpartum memiliki berbagai penyebab.
Sampai saat ini belum dapat ditentukan secara jelas apa yang menyebabkan terjadinya hipertensi postpartum. Meskipun ada berbagai kondisi yang diketahui terkait dengan atau menyebabkan hipertensi pascapersalinan, berikut ini adalah yang paling banyak dipelajari:

Preeklamsia
Preeklamsia adalah gangguan yang menyerang ibu hamil dan ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Preeklamsia dapat terjadi ketika usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Wanita yang mengalami preeklamsia selama kehamilan berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi postpartum setelah melahirkan anak mereka.

Preeklamsia setelah melahirkan adalah kondisi medis.
Preeklamsia dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah lahir, namun ini jarang terjadi. Sebagian besar kasus preeklamsia setelah melahirkan terjadi dalam waktu 48 jam setelah melahirkan, namun beberapa kasus terjadi hingga 6 minggu atau lebih setelah melahirkan.

Setelah melahirkan, preeklamsia harus dipantau dan diobati sesuai kebutuhan untuk menghindari perkembangan masalah kesehatan utama atau bahkan kematian.

Hipertensi gestasional adalah suatu kondisi yang terjadi selama kehamilan.
Dalam kehamilan, hipertensi gestasional didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang muncul selama trimester kedua atau ketiga. Penyakit ini biasanya mereda setelah kelahiran anak. Namun, hipertensi gestasional dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah kelahiran bayi.

Penatalaksanaan Hipertensi Pascapersalinan
Tergantung pada tingkat keparahan hipertensi postpartum Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan salah satu dari dua perawatan yang tercantum di bawah ini:

Menyusui
Menyusui dianjurkan untuk semua wanita yang baru saja melahirkan, terlepas dari apakah mereka menderita hipertensi postpartum atau tidak. Menyusui dianggap aman dan bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Narkoba
Sebagai alternatif untuk menyusui, dokter Anda mungkin merekomendasikan obat nifedipine, methyldopa, atau enalapril untuk membantu Anda mengelola hipertensi pascapersalinan Anda. Obat-obatan ini dianggap aman untuk dikonsumsi saat menyusui anak.

Penanganan hipertensi postpartum yang tidak tepat dapat mengakibatkan berbagai komplikasi medis, antara lain kerusakan organ, kebutaan, penyakit jantung, kejang, stroke, bahkan kematian jika tidak ditangani.

Akibatnya, jika Anda mengalami salah satu gejala hipertensi pascapersalinan yang disebutkan di atas, Anda harus segera mencari bantuan medis. Demikian pula, jika Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, masalah penglihatan, atau bahkan pingsan setelah melahirkan, segera dapatkan bantuan medis.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.