Gangguan Penciuman setelah Sembuh dari COVID-19

0 Comments

Setelah sembuh dari COVID-19, saya mulai belajar tentang parosmia dan gangguan penciuman lainnya.

Gangguan saraf penciuman parosmia merupakan salah satu gangguan saraf Cara Sembuhkan Indra Penciuman Usai Positif Covid-19 - Ayo Semarangpenciuman yang dilaporkan dialami sebagian orang setelah sembuh dari COVID-19. Meski terlihat sedang, kondisi ini seringkali membuat seseorang merasa tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan. Akibatnya, masih ada langkah-langkah yang perlu diambil.

Penyakit yang dikenal dengan long haul COVID-19 ini dapat menyebabkan parosmia, yaitu suatu kondisi di mana gejala infeksi virus Corona masih terasa setelah seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19. Parosmia adalah jenis masalah saraf penciuman yang dapat muncul dalam keadaan COVID-19 jangka panjang.

Setelah sembuh dari COVID-19, saya didiagnosis menderita parosmia dan gangguan penciuman.

Meskipun parosmia tidak berbahaya, namun dapat membuat penderitanya merasa bingung ketika mencoba membedakan aroma dari sumber bau tertentu serta rasa makanan dan minuman.

Parosmia dan Hubungannya dengan COVID-19 dijelaskan.
Ketika indera penciuman salah mengenali atau menafsirkan aroma atau wewangian tertentu, ini disebut sebagai parosmia (kesalahpahaman penciuman). Misalnya, bunga atau wewangian yang menyenangkan indra mungkin menyinggung orang yang menderita parosmia.

Alasan pasti parosmia pada seseorang yang telah pulih dari COVID-19 masih menjadi misteri, menurut para ahli. Namun diduga timbul akibat peradangan pada hidung yang disebabkan oleh infeksi virus Corona, yang merusak sel-sel saraf yang bertanggung jawab atas indera penciuman.

Parosmia dapat berkembang secara bertahap, meskipun juga dapat muncul secara tidak terduga dalam beberapa kasus. Sebagai hasil dari penelitian ini, telah ditentukan bahwa penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita di atas usia 30 tahun, sedangkan pria juga bisa mendapatkan gangguan tersebut.

Meskipun parosmia bukanlah kondisi medis yang mengancam jiwa, itu tidak boleh dianggap enteng. Karena parosmia dapat menyebabkan makanan yang sebelumnya terasa enak dan menarik menjadi buruk, maka penting untuk menghindarinya. Orang yang menderita kondisi penciuman ini mungkin mengalami penurunan nafsu makan sebagai akibatnya.

Karena kesulitan makan, penderita parosmia bisa mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi jika kondisinya tidak segera ditangani dan ditangani dengan tepat.

Cara Mengatasi Kondisi Parosmia
Karena fakta bahwa gangguan penciuman akibat COVID-19 biasanya sembuh dengan sendirinya dari waktu ke waktu, tidak diperlukan terapi khusus untuk kondisi ini.

Lamanya proses penyembuhan, di sisi lain, dapat berbeda dari pasien ke pasien. Beberapa orang pulih dalam hitungan minggu, sementara yang lain membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk pulih.

Berbagai penelitian menemukan bahwa rata-rata pasien COVID-19 dengan parosmia dapat pulih dalam waktu 3 bulan setelah didiagnosis. Jika Anda menderita parosmia, ada berbagai hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu pemulihan dan meningkatkan fungsi indera penciuman Anda, yang telah terganggu akibat kondisi tersebut. Berikut cara melakukannya:

Berlatihlah dengan indera penciuman Anda
Untuk mengatasi parosmia secara efektif, perlu melatih indera penciuman. Tujuan dari latihan ini adalah untuk membantu indera penciuman kembali berfungsi dengan baik dengan mengidentifikasi sumber aroma.

Anda dapat melatih indra penciuman Anda selama 15-20 detik dua kali sehari, hingga tiga kali seminggu. Lakukan terus secara rutin selama kurang lebih 3 bulan, atau sampai baunya kembali normal.

Gunakan komponen alami untuk mengembangkan indera penciuman Anda juga. Ini termasuk bunga, lemon, cengkeh, kayu putih, kopi, parfum, dan rempah-rempah, antara lain.

Penggunaan obat-obatan terlarang
Dalam beberapa keadaan, parosmia yang disebabkan oleh COVID-19 dapat diringankan dengan pemberian obat kortikosteroid yang diresepkan oleh dokter. Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan di hidung, memungkinkan sel-sel saraf penciuman untuk melanjutkan aktivitas normalnya.

Untuk membantu memulihkan aroma pada orang yang kehilangan indra penciumannya karena parosmia, Anda juga dapat membersihkan rongga hidung dengan larutan garam steril atau air garam, yang tersedia gratis di apotek.

Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh saat menderita parosmia tidak dapat dilebih-lebihkan. Ini termasuk minum banyak cairan dan makan secara teratur. Jika makanan tertentu membuat Anda merasa mual, pertimbangkan untuk mengonsumsi makanan alternatif yang tidak berbau tidak sedap.

Parosmia yang Anda derita setelah pulih dari COVID-19 tidak mengancam jiwa, tetapi harus ditangani sesegera mungkin. Penting juga untuk mendapatkan perhatian medis jika Anda mengalami gejala parosmia atau masalah penciuman lainnya akibat COVID-19, seperti anosmia atau phantomsmia.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.