Dasar-dasar Yoga untuk Pemula

0 Comments

Apa yang Perlu Diketahui Pemula Yoga

Yoga sering dianggap sebagai olahraga yang sulit, dan tidak semua orang Begini Tips Yoga untuk Pemula, Ada Rekomendasi Gerakan Dasar Loh |  kumparan.commampu berpartisipasi di dalamnya, baik karena tidak cukup fleksibel, latihannya monoton, atau kurangnya kesabaran yang diperlukan. Jika Anda tahu cara melakukan yoga untuk pemula dengan benar, Anda akan menemukan bahwa anggapan ini salah.

Yang benar adalah bahwa siapa pun dari segala usia atau bentuk tubuh dapat berlatih yoga, dan tidak ada batasan usia atau bentuk tubuh. Latihan ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan, tetapi juga bermanfaat untuk mengurangi stres.

Pemula Yoga Harus Menyadari 8 Teknik Ini

Teknik dan Pendekatan Yoga untuk Pemula Lengkap

Bagi yang baru mengenal yoga, berikut ini beberapa posisi atau metode dasar yang bisa dipraktikkan:

1. Pose Gunung (juga dikenal sebagai pose “Gunung”) (Tadasana)

Berdiri dengan jempol kaki bersentuhan tetapi tumit terpisah adalah ide yang bagus. Kedua tangan bertumpu pada sisi tubuh orang tersebut. Tarik kedua bahu ke bawah sambil mencegahnya mundur dan memanjangkan dada. Luruskan postur Anda dengan menjaga punggung tetap lurus.

Posisi ini harus ditahan setidaknya selama setengah menit hingga satu menit. Pose ini sangat baik untuk memperbaiki postur ketika dilakukan setiap hari.

2. posisi miring ke bawah (Adho Mukha Svanasana)

Posisikan diri Anda sedemikian rupa sehingga tangan dan lutut Anda bersentuhan dengan tanah. Kemudian, sambil menjaga telapak tangan dan kaki Anda sejajar dengan lantai, tarik bokong dan lutut Anda menjauh dari lantai dan rentangkan kaki Anda.

Ambil napas dalam-dalam dan buka kaki Anda, jaga agar kaki tetap lurus selama proses berlangsung. Pertahankan punggung dan lengan lurus juga, dengan kepala beristirahat di antara tangan Anda, saat melakukan ini. Tahan selama 1-3 menit setiap kali.

Berlatih pose ini akan bermanfaat bagi punggung, tubuh bagian atas, dada, lengan, dan kaki Anda dalam jangka panjang.

3. Papan kayu (Utihita Chaturangga Dandasana)

Turunkan tubuh bagian atas hingga tubuh berada pada posisi yang menyerupai posisi push up, dimulai dari posisi menghadap ke bawah. Tangan Anda harus tepat di bawah bahu Anda, dan siku Anda harus benar-benar lurus. Wajah harus menghadap ke bawah.

Posisi ini akan membantu Anda memperkuat lengan, pergelangan tangan, dan otot perut saat Anda naik level. Tahan posisi ini tidak lebih dari satu menit setiap kali.

4. Prajurit nomor satu (Virabhadrasana I)

Saat Anda berada dalam posisi gunung, Anda dapat meregangkan kaki kanan menjauh dari kaki kiri untuk menciptakan ruang. Menempatkan tubuh dan kaki pada sudut ke kanan, lalu mengangkat kedua tangan ke atas dengan lengan di kedua telinga kanan dan kiri dalam garis lurus, adalah cara yang baik untuk memulai. Telapak tangan saling bertaut.

Sesuaikan sudut kaki kanan Anda sehingga lutut Anda tepat di depan pergelangan kaki Anda. Perlahan rentangkan dada hingga punggung melengkung ke belakang, sambil mempertahankan postur lurus dengan kepala.

Tahan posisi selama 30-60 detik. Ubah posisi Anda ke sisi lain tubuh Anda. Pose ini bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan dan memperkuat otot-otot tubuh bagian bawah.

5. Prajurit nomor dua (Virabhadrasana II)

Dengan mengadopsi posisi kaki dan tubuh yang sama dengan prajurit, putar kepala ke kanan atau kiri sesuai dengan arah posisi tubuh Anda, dan rentangkan tangan Anda lebar-lebar. Mulai dari mata hingga jari. Pertahankan posisi selama minimal 30 detik dan maksimal hingga 60 menit.

No.6 (Pohon) (Vriksasana)

Dari posisi gunung, Anda dapat mengangkat kaki kanan sebagai alternatif dengan meletakkan telapak kaki kanan di bagian dalam paha kiri dan mengangkat kaki kanan dari sana. Letakkan telapak tangan Anda bersama-sama dan di depan dada Anda, seolah-olah Anda sedang berdoa.

Pertahankan posisi ini selama kurang lebih 30-60 detik. Setelah itu, ulangi teknik yoga dengan kaki yang berlawanan untuk menyelesaikan set.

7. Pose Anak (Balasan)

Silangkan kaki Anda di lantai, dengan jari-jari kaki menyatu di belakang punggung dan paha sejajar dengan tanah. Lutut dipisahkan satu sama lain. Bokong lebih tinggi di tubuh daripada tumit.

Lakukan gerakan membungkuk ke depan dengan tubuh bagian atas hingga perut menyentuh paha dan dahi bertemu dengan matras atau lantai. Rentangkan tangan Anda ke matras sampai Anda merasakan regangan pada otot-otot punggung bagian bawah.

Memegang posisi ini selama 30 detik hingga 3 menit akan membantu meregangkan otot-otot di leher, panggul, dan punggung bawah.

8. Pose Mayat (Savasana)

Pose ini biasanya dilakukan menjelang akhir sesi yoga. Sikap savasana dicapai dengan berbaring dalam posisi tenang dengan kaki terbuka dan telapak tangan menghadap ke atas.

Pose ini meningkatkan relaksasi tubuh dan pikiran, membuatnya lebih mudah untuk menghilangkan ketegangan. Pada akhir latihan, pose ini dianggap sebagai posisi meditasi yang signifikan.

Anda tidak boleh memaksakan diri untuk mengikuti teknik yoga yang tercantum di atas, terutama jika Anda mengalami rasa sakit saat melakukan posisi tertentu. Disarankan agar pemula berlatih dengan instruktur sehingga kesalahan dalam gerakan dapat diperbaiki.

Selain itu, jangan lupa untuk memeriksakan diri dan memberi tahu pelatih Anda jika Anda mengalami masalah dengan salah satu anggota tubuh Anda, seperti nyeri sendi atau saraf terjepit.

Ada banyak gaya yoga yang berbeda yang dapat Anda coba tergantung pada kebutuhan Anda. Yoga kekuatan, yoga Bikram, dan yoga Ashtanga adalah pilihan yang sangat baik bagi mereka yang ingin membentuk tubuh dan menjaga kesehatan.

Sementara itu, Anda dapat mencoba berlatih yoga Iyengar, yoga Kripalu, atau Viniyoga untuk melihat apakah itu dapat membantu Anda mengobati penyakit medis tertentu. Namun, jika Anda memiliki masalah kesehatan, Anda harus menghubungi dokter Anda sebelum mulai berlatih dan menerapkan postur atau pendekatan yoga untuk situasi Anda.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.