Cara Mengatasi Diare pada Anak

0 Comments

Diare pada Anak dan Langkah Tepat yang Harus Dilakukan Jika Mengalaminya

Untuk anak-anak, diare tidak bisa dianggap enteng karena bisa menimbulkan Bagaimana cara tepat mengobati diare pada bayi? - LuviZheakesulitan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari pengobatan sesegera mungkin agar penyakitnya tidak memburuk. Akibatnya, orang tua harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang masalah ini dan tahu apa yang harus dilakukan jika anak mereka sakit diare.

Gejala diare pada anak hampir sama dengan diare pada umumnya, dengan lebih sering buang air besar dan buang air besar encer menjadi perbedaan yang paling mencolok. Terkadang, anak yang mengalami diare juga akan mengalami gejala seperti mual, muntah, demam, sakit perut, dan perasaan lemas secara umum.

Diare pada Anak dan Langkah Tepat yang Harus Dilakukan Jika Mengalaminya

Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kondisi lingkungan yang tidak bersih, kebiasaan tidak mencuci tangan, dan konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit.

Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai penyakit antara lain alergi, intoleransi makanan, keracunan, gangguan pencernaan, dan gangguan pencernaan lainnya.

Diare pada Anak: Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi?
Diare ringan pada anak biasanya tidak berlangsung lama dan dapat diobati di rumah dengan obat bebas. Namun, sangat penting untuk memantau status anak secara teratur untuk menjamin bahwa kondisinya tidak semakin memburuk.

Ketika anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda diare, Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk membantunya, termasuk:

1. Awasi asupan cairan Anda untuk menghindari dehidrasi.
Saat menangani diare pada anak, salah satu hal yang paling penting untuk diingat adalah mengganti cairan yang hilang karena sering buang air besar dan muntah. Hal ini harus dilakukan agar bayi tidak mengalami dehidrasi. Perhatikan bahwa dehidrasi pada anak-anak merupakan konsekuensi diare yang berpotensi berbahaya dan harus dihindari dengan cara apa pun.

Jika bayi Anda mengalami diare, Anda harus memberinya ASI lebih sering dari biasanya. Menyusui setiap 2 jam tidak lagi diperlukan; sebaliknya, ASI harus diberikan setiap jam sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Mempertahankan kebutuhan makanan mereka dan mencegah mereka dari dehidrasi adalah pertimbangan penting saat merawat mereka.

Sangat penting untuk memberikan cairan rehidrasi oral, seperti oralit, kepada anak-anak yang mengalami dehidrasi. Hal ini disebabkan fakta bahwa menyediakan air putih saja tanpa kandungan gula atau elektrolit tidak dapat dianggap sebagai asupan yang optimal.

Oralit adalah campuran air, gula, dan garam yang digunakan untuk mengisi kembali gula, elektrolit, dan mineral penting lainnya yang hilang pada diare anak akibat diare.

2. Persiapkan gizi buruk dengan mengonsumsi makanan bergizi.
Para ibu didorong untuk terus memberi makan anak-anak mereka dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Berikan makanan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering jika anak Anda sudah bisa makan semuanya.

Meski begitu, Anda harus berhati-hati saat memberikan makanan atau minuman kepada orang yang sedang mengalami diare karena beberapa di antaranya dapat memperpanjang durasi penyakit. Susu adalah contoh yang baik. Beberapa anak mungkin mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu, yang dapat mengancam jiwa. Jika diare diobati dengan susu, itu akan memburuk.

Pilihan makanan yang bisa ditawarkan kepada anak-anak antara lain makanan yang mudah diserap tubuh, seperti nasi putih dengan pisang dan rebusan ayam. Berikan makanan yang tinggi lemak, gula, atau rempah-rempah dalam jumlah sedang daripada berlebihan.

Selain itu, makanan tinggi serat tidak larut, seperti tomat, seledri, mentimun, bayam, brokoli, buncis, wortel, dan biji-bijian, harus dihindari. Makanan jenis ini justru bisa memperburuk diare pada anak, menurut penelitian.

3 – Jangan memberikan obat terlebih dahulu, dan tahu kapan harus berkonsultasi dengan dokter.
Hindari memberikan obat anti-diare kepada anak Anda sampai Anda berbicara dengan dokter anak tentang hal itu. Jika diare berlanjut selama lebih dari 3 hari dan disertai dengan salah satu gejala atau tanda yang tercantum di bawah ini, para ibu dihimbau untuk segera mencari pertolongan medis.

Tampaknya menjadi lemah atau tidak aktif.
Saat kamu menangis, jangan meneteskan air mata.
Kesadaran menurun atau tidur lebih sering, sehingga sulit untuk bangun dari tempat tidur
Selama enam jam, saya tidak buang air kecil.
Pupil tampak melebar.
Pernapasan yang tampak cepat dan dalam atau yang durasinya pendek
Muntah yang disertai darah atau cairan kuning/hijau juga sering muncul.
Demam yang sangat tinggi
Ruam muncul di permukaan kulit.
Ada darah di tinja, yang menunjukkan

Jika anak Anda mengalami diare, Anda harus memastikan bahwa ia tidak mengalami dehidrasi atau dehidrasi lagi. Selain dehidrasi, diare pada anak dapat mengakibatkan kerusakan otak, kejang, bahkan kematian. Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi diare yang dapat terjadi.

Segera setelah gejala di atas muncul, bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk evaluasi dan pengobatan lebih lanjut jika diare tidak membaik atau memburuk setelah perawatan di rumah.

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.